Beranda > Hardware, Informasi Tentang Sex, Internet, Sepak Bola, Software > 10 Gitaris terbaik Sepanjang Masa

10 Gitaris terbaik Sepanjang Masa

11/05/2010

1.Jimmy Hendrix: Godfather of Electric-Guitar

Seperti yang ada di judul, Jimmy Hendrix adalah gitaris paling legendaris dalam sejarah dunia musik.Dia mendapat kehormatan ringgi dari Semua orang yang melihat atau pernah berkerjasama denganya ,Corak permainan gitar Jimmy lebih condong kearah blues, dan rock and roll.

Tidak seperti anak kebanyakan, masa kecil Jimmy bisa dibilang suram, bayangkan sang ibu meninggalkanya pada saat Jimmy berusia 15 an, Jimmy bersama teman satu angkatanya di militer, Billt Cox mulai manggung dari satu klab ke klab lain. Jimmy segera bertandang ke New York dan mencoba peruntungan disana,bermain di beberapa klab,dan bertemu dengan tokoh idolanya, Bob Dylan. Tuhan ternyata adil, di bandnya “Jimmy James” dan “The blue Flames” jimmy mulai sukses , pada saat mereka manggung di sebuah kafe yang bernama”Cafe Wha?” kebetulan aksi panggung Jimmy diamati Londa Keith, kekasih dari Keith Richards.

Linda meminta kekasihnya agar melihat penampilan Jimmy dan diapun tertarik! Jimmy langsung disodori kontrak dan keliling eropa bersama Keith Richards.Sampai di Inggris, taji Jimmy mulai terlihat.Gigataris populer Inggris saat itu,Eric Clapton dan Pete Townshed sampai berkata”He thought his career was over after seeing Hendrix play the guitar”.

Jimmy meninggal pada 18 september 1970, meski telah tiada, distorsi dan gaya penampilan dari Jimmy akn tetap dikenang selamanya…..

2.Edward Lodewijk van Halen

(Eddie Van Halen, lahir di Nijmegen, Belanda, 26 Januari 1955; umur 54 tahun) adalah gitaris grup musik Van Halen asal Amerika Serikat. Eddie Van Halen dikenal sebagai salah satu pemain gitar listrik yang memiliki banyak inovasi permainan sehingga namanya dikenal luas. Grup musik Van Halen sendiri populer di seluruh dunia pada tahun 1980-an.

Ia dan saudaranya, Alex Van Halen, lahir dari pasangan Jan Van Halen (1920-1986), seorang pemain saksofon Belanda yang memiliki keturunan Swedia, dan Eugenia van Beers (1914-2005), seorang Eropa-Indonesia (Indo). Keluarga ini beremigrasi pada tahun 1962 ke Pasadena, California. Di sini sang ayah segera mengajarkan anaknya bermain piano. Tak lama kemudian mereka beralih ke drum (Eddie) dan gitar (Alex), yang diberikan oleh sang ayah. Alex, yang lebih suka bermain drum milik Eddie, malah kemudian lebih mahir bermain drum sehingga Eddie beralih mendalami gitar. Selanjutnya, keduanya mulai sering mengisi kegiatan musik di sekolah dan berbagai tempat dengan mengajak beberapa pemusik lain. Pada masa inilah mereka memutuskan membentuk grup Mammoth. Setelah beberapa kali bekerja sama dengan David Lee Roth mereka memutuskan untuk menariknya menjadi vokalis, setelah sebelumnya Eddie mengisi posisi ini. Setelah merekrut Michael Anthony untuk posisi pemain gitar bas, maka lengkaplah formasi grup ini dan mereka mengganti namanya menjadi Van Halen pada tahun 1974.

3.Yngwie J. Malmsteen

Lars Johann Yngwie Lannerback, Stockholm, Swedia, 30 Juni 1963. Gitar: Fender Stratocaster Yngwie Malmsteen Signature Series. Keahlian: Neoclassical, Alternate Picking, Arpeggio. Pengaruh: Niccolo Paganini, Jimi Hendrix, Ritchie Blackmore, J.S. Bach, Antonio Vivaldi, W.A. Mozart.

Yngwie Malmsteen merupakan pahlawan dan pelopor gitaris shredder sedunia dari Swedia. Setelah Eddie Van Halen (Van Halen) pertama kali membawakan tembang Eruption pada tahun 1978 yang memperkenalkan teknik ‘two handed tapping’, Yngwie meluncurkan album klasik baroque shred debutnya Rising Force yang mengegerkan komunitas gitar rock, menciptakan standar baru untuk kecepatan dan keahlian dalam bermain. Warna ‘Neo-Classical’ yang dibawakan Yngwie adalah berdasarkan struktur komposisi dari J.S. Bach (1685-1750) dan Niccolo Paganini (1782-1840).

Pernikahan ayah Yngwie (seorang kapten tentara) dan ibunya (seniman) diakhiri dengan penceraian tidak lama setelah Yngwie lahir. Di samping itu Yngwie juga memiliki seorang kakak perempuan bernama Ann Louise dan kakak lelaki Bjorn. Yngwie terlahir sebagai anak bungsu yang liar, tidak bisa diatur dan ceria.
Sampai akhirnya pada 18 September 1970, Yngwie melihat sebuah acara spesial mengenai meninggalnya Jimi Hendrix. Disitu Yngwie yang masih 17 tahun menyaksikan bagaimana Jimi Hendrix menghasilkan bunyi feedback guitar dan membakar gitarnya di depan penonton. Pada hari wafatnya Jimi Hendrix tersebut lahirlah permainan gitar Yngwie.

Yngwie yang penasaran tersebut kemudian membeli sebuah Fender Stratocaster murah, mencoba memainkan tembangnya Deep Purple dan menghabiskan banyak waktu untuk mengetahui rahasia dari alat instrumen dan musiknya sendiri. Kekaguman Yngwie terhadap Ritchie Blackmore (gitaris Deep Purple) yang dipengaruhi oleh musik klasik dan kekaguman terhadap kakak perempuannya yang sering memainkan komposisi Bach, Vivaldi, Beethoven dan Mozart, memberikan ide kepada Yngwie untuk menggabungkan musik klasik tersebut dengan musik rock. Yngwie terus bermain seharian penuh sampai tidurpun dia masih tetap bersama gitarnya.

Pada usia 10 tahun, Yngwie menggunakan nama kecil dari ibunya Malmsteen, memfokuskan seluruh energi dia dan berhenti bersekolah. Disekolah Yngwie dikenal sebagai pembuat onar dan sering berantem, tetapi pintar dalam pelajaran bahasa Inggris dan seni. Ibunya yang menyadari bakat musiknya yang unik, mengizinkan Yngwie tinggal di rumah dengan rekaman dan gitarnya. Setelah menyaksikan violinis Gideon Kremer membawakan komposisi Paganini: 24 Caprices di televisi, Yngwie akhirnya mengetahui bagaimana cara mengawinkan musik klasik dengan skill permainan dan kharismanya.
Yngwie dan beberapa temannya merekam 3 lagu demo dan dikirim ke studio rekaman CBS Swedia, Pada bulan Februari 1983 Yngwie berangkat dari Swedia ke Los Angeles dengan bekal keahlian dan gaya permainan barunya.
Selanjutnya permainan Yngwie dikenal dunia dengan permainannya yang sangat cepat di intro lagu Hot On Your Heels. Yngwie kemudian pindah ke group band Alcatrazz, sebuah band yang bergaya ‘Rainbow’ dan didirikan oleh penyanyi Graham Bonnett. Walaupun telah bergabung dengan Alcatrazz yang menampilkan sekian banyak solo hebat di lagu Kree Nakoorie, Jet To Jet dan Hiroshima Mon Amour, Yngwie masih merasa terlalu dibatasi oleh band itu sendiri. Akhirnya Yngwie berpikir bahwa hanya album solo lah yang menjadi solusi terbaik.
Album solo pertama Yngwie, Rising Force (kini dinobatkan sebagai kitab musik rock Neo-Classical) berhasil memasuki nomor 60 di tangga Billboard charts untuk musik instrumental gitar tanpa berbau komersil. Album ini juga memenangkan nominasi Grammy untuk Instrumental Rock Terbaik. Tidak lama kemudian Yngwie terpilih sebagai Gitaris Pendatang Baru Terbaik di berbagai majalah dan media, Gitaris Terbaik Tahun Itu dan Rising Force menjadi Album Terbaik untuk tahun itu juga.
Pada 22 Juni 1987 mendekati ultah Yngwie yang ke-24, Yngwie mengalami kecelakaan dengan mobil Jaguar-nya yang mengakibatkan dia koma hampir seminggu. Penyumbatan darah pada otak Yngwie juga menyebabkan tangan kanannya tidak berfungsi. Karena takut akan karirnya yang akan berakhir itu, Yngwie dengan susah payah mengikuti terapi untuk memulihkan kembali tangan kanannya. Setelah itu Yngwie mendapat cobaan lagi dari kematian ibunya di Swedia akibat penyakit kanker yang menghabiskan banyak biaya medical. Jika Yngwie orang lain, mungkin sudah menyerah dengan nasib seperti itu, tetapi Yngwie justru berubah dan kembali ke musiknya dengan semangat tinggi.
Setelah itu Yngwie meluncurkan album yang laris manis seperti Odyssey, Eclipse, Fire & Ice, Seventh Sign, I Can’t Wait, Magnum Opus, Inspiration, Facing The Animal, Alchemy, War To End All Wars dan akhirnya Yngwie berhasil mewujudkan cita-citanya untuk bermain bersama sebuah Orkestra penuh di salah satu album terbarunya: Concerto Suite For Electric Guitar And Orchestra In Eb Minor, Op. 1 (tahun 1998).
Ketika merelease albumnya Eclipse (1990), Yngwie sempat tour dan membuat konser yang sukses di Indonesia (Jakarta, Solo dan Surabaya). Pada bulan Juli 2001, Yngwie juga berencana akan konser kembali di Indonesia, namun dibatalkan karena pemerintah USA dan istrinya menasehati Yngwie akan keamanan politik di Indonesia. Padahal tiket Yngwie sudah sempat laku keras di Indonesia, penggemar Yngwie di Indonesia boleh kecewa. Kapan lagi Yngwie akan konser di Indonesia apabila keadaan politik Indonesia masih seperti ini?
Album-album berikutnya adalah Attack!! yang memuat nomor hits instrumental Baroque & Roll. Pada tahun 2003, Yngwie diajak bergabung dalam formasi G3 bersama Joe Satriani dan Steve Vai yang menelurkan 1 album dan 1 video. Setelah selesai tur bersama G3, ia merampungkan album terbarunya Unleash The Fury. Album tersebut direlease diawal taun 2005.

4.Randy Rhoads


Randall William “Randy” Rhoads (December 6, 1956 – March 19, 1982) was an American heavy metal guitarist who is best known for playing with Ozzy Osbourne. Despite his short career, he is cited as an influence by many contemporary heavy metal guitarists. His unique neo-classical metal style of playing set him apart from other guitarists of the late 1970s and early 1980s. He was a devoted student of classical guitar technique, and his music often combined classical music influences with heavy metal. While on tour with Ozzy Osbourne, he would often seek out classical guitar tutors for lessons.
5. Ritchie Blackmore

Richard Hugh “Ritchie” Blackmore (lahir 14 April 1945; umur 64 tahun) adalah seorang gitaris dan penyanyi berkebangsaan Inggris. Dia merupakan anggota dari grup musik Deep Purple dan Rainbow. Dia dilahirkan di Weston-super-Mare. Dia berkarir di dunia musik sejak tahun 1960

6.Jimmy Page

Jimmy Page adalah salah satu gitaris yang mempengaruhi banyak gitaris pada eranya sekitar pertengahan 60-an dan tahun 70-an. Pertama kali belajar gitar saat masih muda melalui Spanish gitar pemberian orang tuanya. Ia mulai bermain gitar ketika berusia 13 tahun karena terpengaruh oleh gaya rock n roll Elvis Presley pada lagu “Baby, Let’s Play House”. Awal tahun 60-an ia membuat album bersama beberapa band lokal seperti Carter Lewis & the Southerners dan Neil Christian & the Crusaders. Pada tahun 1963 ia menjadi additional gitar untuk Diamond band bersama Jet Harris & Tony Meehan(ex-Shadows). Singlenya berhasil mencapai puncak tangga lagu Inggris.
Tahun 1966 ia bergabung dengan Yardbirds sebuah band yang dipelopori Jeff Beck dimana ia menjadi lead guitar menggantikan posisi Eric Clapton yang keluar. Di Yarbirds ia hanya ikut tampil dalam 1 album yaitu, Little Games. Namun ia juga sempat mengikuti beberapa promo tur albumnya.
Thn 1968 ia bergabung dengan Led Zeppelin dan mengalami masa puncak kejayaannya. Selain Jimmy, personel lainnya terdiri dari John Paul Jones (bass), Robert Plant (vocals), dan John Bonham (drum). Bersama band ini banyak hits yang telah dibuatnya, Dazed and Confused, Whole Lotta Love, Immigrant Song, Black Dog, Stairway To Heaven, termasuk lagu exotic bernuansa timur tengah “Kahsmir”. Sedangkan album-album yang ia hasilkan bersama Led Zeppelin antara lain : Led Zeppelin I, Led Zeppelin II, Led Zeppelin III, Led Zeppelin IV, Houses of the Holy, dan Physical Graffiti. Album-album ini menjadikan Led Zeppelin sebagai band tersukses di tahun 70-an. Wabah permainan gitar Jimmy Page kemudian menjadi inspirasi bagi gitaris-gitaris Heavy Metal beberapa tahun kemudian. Sayangnya, kematian sang penggebuk drum, John Bonham membuat band ini jadi tak menentu arah. Akhirnya band ini vakum atau bisa dibilang bubar.
Meski Led Zeppelin sudah tak jalan lagi, namun di pertengahan tahun 80-an sering terjadi proyek reuni Led Zeppelin dengan bantuan beberapa additional drummer seperti Phill Collins sampai anak John Bonham sendiri, Jason Bonham. Tahun 1994, proyek reuni ini sempat menghasilkan album akustik No Quartet dan tampil dalam tur dunia MTV Unplugged yang disambut sangat antusias oleh penggemar-penggemar mereka di era jayanya dulu.

7.Tony Iommi

(nama lahir Anthony Frank Iommi, lahir di Aston, Birmingham, 19 Februari 1948; umur 61 tahun) adalah seorang gitaris yang dikenal sebagai anggota Black Sabbath. Saat ini ia sedang tur bersama dengan Geezer Butler, Ronnie James Dio, dan Vinny Appice dengan nama Heaven and Hell. Ia menikah dengan Maria Sjöholm, vokalis band Swedia Drain STH. Anaknya Toni-Marie Iommi adalah penyanyi band LunarMile. Ia bersama rekan-rekannya dari Black Sabbath adalah pendukung Aston Villa F.C.

8.Steve Ai

Steve Vai mengawali karirnya dengan album debutnya Flex-Able Leftovers pada tahun 1984. Pada tahun 1990, Steve merilis album keduanya yang berjudul Passion and Warfare. Album ini mendapat pengakuan internasional dan Steve memenangkan polling pembaca majalah Guitar Player dalam 4 kategori yang berbeda. Album Steve yang ketiga berjudul Sex & Religion dirilis tahun 1993 dan album keempatnya Alien Love Secrets dirilis tahun 1995. Pada tahun 1996 album kelima Steve Fire Garden dirilis.
Tahun 1999, Steve meluncurkan album keenamnya yang berjudul Ultra Zone. Dalam album ini Steve lebih banyak memfokuskan dirinya dalam komposisi lagu dan bereksperimen dengan gitarnya. Tahun 2001 album The Seventh Song dirilis dan album ini berisi lagu-lagu slow/ballad yang pernah dirilis Steve dengan ditambah beberapa lagu baru. Dan di tahun 2001 Alive in an Ultra World pun dirilis.
Steve Vai juga pernah memproduksi 2 album Natal yang berjudul Merry Axemas Vol.1 dan Merry Axemas Vol.2, juga konser G3 bersama Joe Satriani dan Eric Johnson/Kenny Wayne Shepherd dan terakhir John Petrucci turut juga bergabung dalam G3.
Belakangan ini Steve Vai lebih memfokuskan diri bereksperimen pada permainan gitarnya dan sekarang ini band Steve Vai ditambah seorang pemain bass yang sudah tidak asing lagi buat fans-fans rock tahun 80-an, Billy Sheehan.

9.Jeff Beck

Geoffrey Arnold “Jeff” Beck (born 24 June 1944) is an English rock guitarist. He was one of the three noted guitarists — the others being Eric Clapton and Jimmy Page — to have played with The Yardbirds. He was ranked 4th greatest rock guitarists of all time in Digital Dream Door.com, a site that ranks movies and music[1], and 14th in Rolling Stone Magazine’s list of the “100 Greatest Guitarists of All Time”, and MSNBC has called Beck a “guitarist’s guitarist”.
Much of Beck’s recorded output has been instrumental, with a focus on innovative sound and his releases have spanned genres ranging from blues-rock, heavy metal, jazz fusion and most recently, an additional blend of guitar-rock and electronica. Beck has earned wide critical praise; furthermore, he has received the Grammy Award for Best Rock Instrumental Performance four times. Although he has had two hit albums (in 1975 and 1976) as a solo act, Beck has not been able to establish and maintain a broad following or the sustained commercial success of many of his collaborators and bandmates.
Beck was nominated for 2009 induction into the Rock and Roll Hall of Fameand chosen for induction for the April 4, 2009 ceremony. He was inducted by his good friend (and fellow former Yardbirds guitarist) Jimmy Page of Led Zeppelin

dpetnya yg bhsa inggris lagi

10.Michael Schenker

Michael Schenker (lahir 10 Januari 1955) merupakan seorang pemain gitar dan penyanyi rock berkebangsaan Jerman. Dia juga merupakan mantan personil UFO dan Scorpions.
cuma dpet sgitu kata om wiki..

tambahan
Slash

Saul Hudson (lahir 23 Juli 1965),lebih sering diketahui sebagai Slash sebagai nama panggungnya, adalah seorang gitaris berkebangsaan Amerika-Inggris. Slash adalah mantan lead guitarist Guns N’ Roses dan sekarang sebagai lead guitarist Velvet Revolver.

Slash lahir di Hampstead, pinggiran kota London. Ayah Slash berasal dari Inggris, sedangkan ibunya keturununan Amerika-Afrika. Ibu Slash, Ola Hudsons, adalah seorang perancang pakaian yang bekerja untuk David Bowie, dan bapaknya adalah seorang seniman yang menyumbang ansambel hidup bagi musisi terkenal termasuk Neil Young dan Joni Mitchell. Slash dbesarkan di kota Stoke-on-Trent, Staffordshire, sampai ia berumur 11 tahun, saat orang-tuanya memindahkan keluarganya ke Los Angeles, California di pertengahan tahun 1970. Tetapi kemudian orang tua Slash berpisah, dan setelah itu, Slash tinggal bersama ibunya dan David Geffen. Dia diberikan nama panggilan “Slash” oleh teman keluarganya, [[Seymour Cassel]. Saat berumur 16, sebelum ia dikeluarkan dari sekolah Crespi Carmelite, Slash diberikan gitar pertamanya oleh neneknya. Gitar itu hanya mempunyai 1 helai tali (string). Dia menghabiskan setiap harinya untuk berlatih. Akhirnya, fokus seluruhnya dipertaruhkan atas musik dan dia membuat keputusan untuk berhenti sekolah. Di artikel majalah Rolling Stone
(Kebangkitan besar saya terjadi ketika saya berumur empat belas tahun. Saya sudah mencoba memasuki celana gadis ini yang lebih tua untuk sesaat, dan dia akhirnya membiarkan saya datang ke rumahnya. Kami berkeluyuran, menghisap beberapa batang dan mendengarkan lagu Aerosmith, Rocks. Itu memukul saya seperti tertimpa satu ton bata. Saya duduk di sana mendengarkannya berulang-ulang kali dan secara total mengesampingkan gadis ini. Saya teringat saat mengendarai sepeda saya kembali ke rumah nenek dimana saat itu saya mengetahui hidup saya telah berubah. Sekarang saya bisa memahami sesuatu.)
Ketika Road Crew bubar, Slash bergabung dengan band lokal, Black Sheep. Diketuai oleh Willie Bass, band ini kemudian saling berbagi seorang agen dengan band lainnya, yang dikenal sebagai Hollywod Rose. Pada 1984, kedua band tersebut membuka untuk band Christian Metal Stryper. Setelah pertunjukan tersebut, Slash dan lead singer Axl Rose diperkenalkan kepada satu sama lain oleh seorang teman. Keduanya dengan cepat menjadi teman, dan setelah beberapa bulan, Slash dan Steven Adler diundang bergabung dengan Axl Rose, Duff McKagan dan Izzy Stradlin sebagai personel band, Guns N Roses.

1.DAVE SABO

Biografi

Ia lahir pada 16 September 1964, di Perth Amboy, New Jersey, dan dibesarkan di Sayreville, menyusuri jalan dari Jon Bon Jovi. Ibunya, Dorothy, atau “Mama Ular” sebagaimana dia dikenal, mengangkat dia dan saudara-saudaranya sendiri. Sangat dipengaruhi oleh rock n ‘roll musik era itu, termasuk beberapa Motown, ia mendapati dirinya mendengarkan orang-orang seperti Kiss, Aerosmith, Judas Priest, Black Sabbath, The Rolling Stones, dan Van Halen. Ibunya telah membeli saudaranya $ 40 gitar yang ia segera kehilangan minat, paving jalan bagi Dave untuk mengambil instrumen pada usia 14.

Dave juga gitaris pertama untuk bergabung dengan Jon Bon Jovi ketika ia membentuk band pertamanya untuk menampilkan lagu “Runaway” setelah dirilis di kompilasi catatan, hanya untuk digantikan oleh Richie Sambora.

Ia juga paman dari mantan Tenis ATP Sabo Matt profesional.

Sebuah kesempatan bertemu dengan pemain bas lokal Rachel Bolan di Garden State Music Store di mana dia bekerja ditetapkan-Nya dalam arah membentuk band yang akan mendapat dia ketenaran. Kemitraan mereka tidak hanya terbukti menjadi langkah yang tepat dengan lagu mereka, tetapi untuk persahabatan juga, karena mereka masih menganggap diri mereka menjadi sahabat.

Dia mencintai olahraga (misalnya, New York Mets, New York Jets dan New York Knicks), video game (bisbol), junk food (burrito, taco, Doritos, chili dog), dan nomor “13”. Dia berdiri 5 ‘9 “, memiliki mata hijau dan rambut cokelat tua yang telah dicelup banyak warna selama bertahun-tahun.

Dia digambarkan dalam kata-katanya sendiri demikian: “Memang sulit untuk bersikap objektif ketika Anda berbicara tentang diri Anda, tapi saya pasti yang paling berkepala dingin. Saya dapat mengatakan bahwa jujur, ketika datang kepada orang-orang yang masuk sepenuhnya arah berlawanan, Aku orang yang mungkin bisa membawanya bersama-sama. Siapa yang menemukan landasan bersama. Itu mungkin saya titik kuat. titik buruknya adalah bahwa aku khawatir. “[rujukan?] Ketika ditanya di mana berasal dari nama panggilan, tahun yang lalu dia mengatakan bahwa hal itu muncul sebagai hasil dari fantasi dia pada 14 tentang sebuah perjumpaan dengan dua ratu porno yang “terpesona pada ketebalan saya bahwa mereka memanggil saya ‘The Snake'”. Kebenaran sebenarnya sangat berbeda dengan fantasi. Nama panggilan, pada kenyataannya, terjadi dari teman masa kecil, Mike Thompson, yang menyembul menyenangkan pada sehelai rambut yang tumbuh “ular-seperti” dari Dave dada, ketika ia berusia sekitar dua belas.

Sebuah kutipan terkenal dari Snake datang ketika ia dan Skid Row membuat penampilan pada akses kabel pertunjukan yang disebut “Rock Di New England”. Ketika diminta untuk melakukan pengumuman layanan publik terhadap mengemudi dalam keadaan mabuk, ia berkata: “Jangan minum dan mengemudi. Anda mungkin menumpahkan minuman Anda.

2.Eric Clapton

Eric Patrick Clapton CBE (lahir 30 Maret 1945) adalah seorang Inggris gitaris blues-rock, penyanyi, pencipta lagu, dan komponis. Clapton telah diangkat ke dalam Rock and Roll Hall of Fame sebagai anggota Yardbirds, dari Cream, dan sebagai artis solo, menjadi satu-satunya orang yang pernah tiga kali akan dilantik. Sering kali dilihat oleh para kritikus dan penggemar sama-sama sebagai salah satu yang paling penting dan berpengaruh gitaris sepanjang masa, [2] Clapton menduduki peringkat keempat di majalah Rolling Stone daftar “100 Greatest gitaris of All Time” [3] dan # 53 on mereka daftar Delapan Dewa: 100 Greatest Artists of All Time. [4]

Meskipun Clapton bervariasi gaya musiknya sepanjang karirnya, ia selalu tetap didasarkan pada blues. Namun, meskipun fokus ini, ia dipuji sebagai inovator dalam berbagai genre. Ini termasuk blues-rock (bersama John Mayall & the Bluesbreakers dan Yardbirds) serta psychedelic rock (with Cream). Bagan Clapton sukses tidak terbatas pada blues, dengan chart-toppers di Delta Blues (Me and Mr Johnson), pop ( “Change the World”) dan reggae (Bob Marley’s “I Shot the Sheriff”) (Ia sering dikreditkan untuk membawa reggae dan Bob Marley untuk mainstream.) Dua rekaman yang paling sukses adalah cinta hit lagu “Layla”, yang dia bermain dengan band Derek dan domino, dan Robert Johnson’s “Crossroads”, yang telah-nya lagu pokok sejak hari-harinya dengan Cream.

3.Paul Gilbert

Nama Lengkap: Paul Brandon Gilbert Website Resmi: Paul Gilbert Tempat/Tgl Lahir: 6 November 1966 di Carbondale Illinois – USA. Group Band Saat Ini: Racer X Group Band Sebelumnya: Racer X, Mr.Big Pengaruh: Eddie Van Halen Pendidikan: Tamatan GIT (Guitar Institute Of Technology) dan Instruktur GIT. Gitar: Ibanez Paul Gilbert Model (PGM) Signature Series Keahlian: Alternate Picking, String Skipping, Arpeggio, dll.

Paul Gilbert merupakan salah satu dewa gitar seperti halnya Steve Vai, Yngwie, John Petrucci lainnya. Sebelumnya Paul dikenal melalui group bandnya Mr.Big, rekaman Mr.Big yang laku keras turut membesarkan nama Paul di dunia musik rock.

Paul sendiri sudah cukup mengegerkan dunia gitaris pada tahun 86-87 sebagai pemain gitar tercepat di dunia ketika Paul masih bergabung dengan group band Racer X. Teknik permainannya telah sempurna saat ia baru menginjak 17 tahun itu.

Pada usia 5 tahun (1971) Paul sudah mulai mempelajari gitarnya, 10 tahun berikutnya (1981) Paul coba mengirim demo rekamannya ke produser Mike Varney dan di luar dugaanya Mike sangat mengagumi permainannya di samping Tony Macalpine.

Pada tahun 1984 Paul pindah ke LA dan melanjutkan sekolah gitarnya ke GIT (Guitar Institute of Technology) dan kini telah menjadi instruktur sekolah gitar bergengsi ini.

Pada tahun 1986 dia bergabung dengan band pertamanya Racer X dengan album debutnya “Street Lethal “, kemudian “Second Heat” (1987) & “Live! Extreme Volume” (1988).

Pada tahun 1989 Paul meninggalkan Racer X dan bergabung dengan group band MR.BIG dengan pemain bass yang disegani “Billy Sheehan”, vocalis Eric Martin dan drummer Pat Torpey.

Mereka meluncurkan album pertamanya “MR.BIG” dan MR.BIG tampil untuk pertama kalinya di Jepang pada bulan Oktober.

Selanjutnya Paul meluncurkan album berikutnya: “Live! Raw Like Sushi” (1990), “Mr Big – Lean into it” (1991), “Mr.Big – San Francisco Live” (1992), “Racer X – Live Extreme Volume 2” (1992), “Mr.Big – Bump Ahead” (1993), “Mr.Big – Live! Raw Like Sushi 2” (1994), “HEY MAN” & ” The best of MR.BIG” (1996), “Hard Rock Cafe”, ” Live At Budokan ” & solo ” King of Club” (1997)

Lagu “To Be With You” (dari Album “Lean Into It”) menduduki posisi pertama di majalah Billborad USA selama 3 minggu.

Pada tahun 1998 Paul tampil pertama kali di Jepang dengan solo albumnya. Paul meluncurkan album solo “Flying Dog”. Tahun 1999 Paul kembali ke Jepang dan meluncurkan album solo kedua “Beehive Live” dan album ketiga Racer X “Technical Difficulties”.

Tahun 2003 album Burning Organ dirilis, kali ini masuk ke label Indonesia dibawah naungan Staria Enterprise. Namun album berikutnya, Acoustic Samurai tidak lagi di Staria, melainkan berpindah ke label Variant Music. Kemudian Paul menggelar promo tur album “Spaceship One” hingga ke Indonesia. Hal ini disambut antusias oleh penggemar-penggemarnya, pasalnya banyak artis asal Amerika yang menarik diri karena takut disweeping oleh pihak-pihak tertentu.

udaahh dulu yaa TSny capee…

%d blogger menyukai ini: