Beranda > League Spanyol, Sepak Bola > Carvalho : Mou Berpikir Seperti Pemain

Carvalho : Mou Berpikir Seperti Pemain

28/09/2010

Menjadi salah satu pemain yang dibawa Jose Mourinho ke skuad Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2010, eks pemain Chelsea, Ricardo Carvalho, pun mengemukakan pendapatnya soal pelatih asal Portugal tersebut.

Agaknya, pemain yang memulai kariernya di Porto tersebut mengerti benar jalan pikiran bosnya itu. Memang, Carvalho selalu menjadi pemain andalan Mourinho di tiga klub berbeda. Tercatat, pemain berusia 32 tahun tersebut pernah menjadi anak buah Mourinho di Porto, Chelsea, dan terakhir di Real Madrid. Bahkan, pada saat bermain untuk Porto, Mou-lah yang memberikan kesempatan pada Carvalho untuk bisa menghuni tim inti Porto. Hasilnya, kerjasama keduanya berhasil mengantarkan Porto menjadi raja Eropa pada 2004. Selain itu, saat Mou pindah ke Chelsea, The Special One pun tidak lupa membawa serta pengoleksi 69 caps bersama Portugal itu ke London.

Carvalho pun berkisah soal kenangannya memperkuat Porto dan bekerja di bawah Mourinho. Selain itu, pemain yang pernah berkunjung ke Indonesia ini juga mengungkapkan komentarnya soal pelatih berusia 47 tahun itu. Menurutnya, kesuksean Mou didapat lantaran dia mampu berpikir dari sisi pemain-pemain yang diasuhnya.

“Porto di bawah asuhan Mou sangat fantastis. Kami bermain denagn sangat sempurna dan mampu tampil solid. Dia (Mourinho) adalah pelatih yang bisa berpikir seperti pemain atau diri saya, lebih baik bermain buruk tapi menang dibanding bermain bagus tapi kalah. Skenario idealnya adalah bermain bagus dan menang. Saya tahu seperti yang anda tahu bahwa jika kami menang dan bermain tidak bagus, maka Mourinho juga tidak sepenuhnya senang,” ungkap Carvalho pada AS, Senin (27/9).

Pada kesempatan yang sama, Carvalho pun menanggapi kritik yang ditujukan pada timnya terkait minimnya produktivitas gol yang mereka hasilkan. “Selalu ada dorongan untuk maju ke depan dan membantu lini depan. Hal yang paling penting adalah kemampuan kami membaca situasi dan ikut bermain. Selain itu, satu-satunya hal yang rumit adalah mengetahui kapan waktu terbaik kami bakal datang kembali,” tambah pemain kelahiran Amarante, Portugal tersebut.

%d blogger menyukai ini: