Beranda > Internet, Liga Indonesia, Sepak Bola, Tips Trik > Laga Awal ISL Persipura Semen Padang Di Warnai Stadiun Yang Bergenangan Air

Laga Awal ISL Persipura Semen Padang Di Warnai Stadiun Yang Bergenangan Air

28/09/2010

Persipura Jayapura imbang kontra Semen Padang 1-1, pada laga pembuka Liga Super Indonesia, di Stadion H. Agus Salim, Padang, Minggu (26/9). Hujan deras mewarnai pertandingan. Laga pun sempat tertunda.

Ketika peluit tanda babak pertama ditiupkan wasit Oki Dwi Hadi, tuan rumah langsung ambil permainan. Melalui variasi serangan, Kabau Sirah kerap melakukan tekanan. Peluang emas pun kerap tercipta di menit awal.

Pertandingan baru berjalan tujuh menit, sporter Semen Padang bersorak kegirangan menyambut gol yang diciptakan Edward Junior. Melakukan tusukan dari sektor kanan, Junior mampu melewati dua pemain belakang Mutiara Hitam. Usai menguasai bola, pemain asal Liberia itu, melepaskan tendangan keras ke arah gawang. 1-0 buat tuan rumah.

Tim Mutiara Hitam mendapat peluang, pada menit 15. Namun, sontekan pemain anyar, Hamka Hamzah masih melambung di atas mistar gawang Samsidar, usai memanfaatkan umpan tendangan bebas Ian Kabes.

Setelah beberapa kali melakukan tekanan, tim tamu akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui aksi sang kapten Boaz Solossa pada menit 20. Memanfaatkan kerjasama apik dengan Rahmat ‘Poci’ Rivai, Boaz menusuk ke jantung pertahanan dan memperdayai Samsidar dengan tendangan keras. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Masuk 45 menit kedua, Persipura tetap mendominasi pertandingan. Boaz dkk. kerap menebar ancaman ke kubu lawan. Sayang, tekanan urung berubah menjadi gol. Selain terburu-buru, kondisi lapangan juga kurang mendukung.

Diguyur hujan sejak babak pertama, lapangan tergenang air. Rumputnya banyak yang terlepas. Syahdan, masuk menit 60, wasit terpaksa menghentikan pertandingan karena laju bola kerap tertahan genangan.

Pengawas Pertandingan M. Syarif dan wasit Oki, memutuskan untuk menunda laga. Sambil menunggu pertandingan dilanjutkan, petugas mencoba mengalirkan genangan air dengan membuat parit kecil di pinggir lapangan. Dengan alat cangkul dan linggis, di tengah guyuran hujan, petugas telaten melobangi lapangan.

Setelah tertunda kurang lebih satu jam, laga kembali dijalankan. Jalannya laga tak berbeda ketika babak kedua dilangsungkan. Aliran bola masih tersendat. Skema yang dibangun kedua tim pun tak berjalan dengan baik. Alhasil kedua tim tak mencetak angka tambahan. Skor 1-1 pun menjadi hasil pertandingan.

%d blogger menyukai ini: